Selasa, 02 Desember 2014

Resensi Buku Becoming A Young Richman : Formula Menjadi Jutawan Muda

Resensi Buku
Becoming A Young Richman : Formula Menjadi Jutawan Muda
Oleh Aji Sukma Iqbal Najibulloh

Judul Buku       : Becoming A Young Richman : Formula Menjadi Jutawan Muda
Penulis             : Edi Susanto
Penerbit            : Simbiosa Rekatama Media
Cetakan            : II, Oktober 2010
Tebal                : xii + 152 halaman
Ukuran             : 15 cm × 21 cm
Harga               : Rp 34.362
Jika anda ingin mencari buku tentang kiat-kiat menjadi jutawan, banyak sekali orang yang menulis tentang buku bertema tersebut. Namun, buku yang menjelaskan mengenai kiat-kiat menjadi jutawan di masa muda dengan cara yang mudah dan praktis namun menjanjikan mungkin buku ini adalah tujuan yang tepat. Karya ini bukan sekedar informasi tertulis biasa, isi dari buku ini disusun secara rapi dan ringkas dengan materi yang singkat namun mudah dicerna. Buku ini dirancang oleh penulis dengan tampilan yang menarik dan ringkas, sehingga pembaca bisa dengan mudah memahami apa yang disampaikan dalam buku. Selain itu, setiap awal bab di buku ini diberi judul dan grafis yang menarik yang membuat pembaca merasa penasaran dengan setiap isinya.
Buku ini ditujukan kepada banyak pihak. Diantaranya, karyawan/pegawai yang memiliki gaji kecil, mahasiswa yang ingin menjadi jutwan muda, pemilik bisnis yang ingin meningkatkan mutu kerjanya dan lain sebagainya. Oleh karena buku tersebut ditunjukan kepada banyak pihak, buku ini disusun dengan bahasa yang mudah dipahami bahkan oleh para siswa dengan kata-kata sederhana. Pada buku ini, penulis menjelaskan mengenai cara-cara menjadi jutawan dengan jalan yang bijak dan menarik. Selain itu, penulis juga menerangkan bagaimana menghadapi kendala saat membangun usaha. Disini penulis menyatakan bahwa kaya di masa muda adalah keniscayaan, maka dari itu penulis sendiri memiliki keyakinan yang kuat untuk mewujudkan apa yang ia rencanakan.
Seluruh materi dari buku ini berasal dari pengamalaman penulis sendiri. Penulis sendiri adalah seorang wirausaha yang berhasil membangun kekayaan di masa muda. Ia adalah anak yang lahir dari seorang petani di sebuah desa di Pemalang, Jawa Tengah pada tanggal 4 Januari 1980. Ia berangkat dari desa ke kota untuk kuliah. Namun na’as, ia pernah di Drop Out (DO) 2 kali (tahun 2003 dan 2004) dari kampusnya di UNDIP Semarang. Selain itu, ia pun kehabisan uang dan orang tuanya tidak mengirimkan uang lagi. Ingin kembali ke rumah malu karena belum bisa membahagiakan kedua orang tuanya, di kota pun ia tidak memiliki modal dan keterampilan khusus. Dari situlah penulis menyadari bahwa ia memiliki keyakinan kalau ia ditakdirkan untuk menjadi orang kaya, sukses, dan berpengaruh. Ia pun terus belajar dan mempraktikan apa yang ia pelajari.
Saat pertama kali dilihat, mungkin buku ini terlihat biasa dan sama seperti buku tentang tema yang sama lainnya. Namun, setelah membaca lebih dalam, pembaca akan mengetahui perbedaanya mulai dari materi yang disampaikan, penyajiannya, sampai sugesti yang membangun motivasi pembaca. Bandingkan saja dengan buku karya Yulio Teguh dengan judul “ANDA LAYAK JADI MILYADER”, buku tersebut memang bertema tentang kiat-kiat menjadi wirausaha. Namun, materi dan cara penyajiannya terkesan sulit dipahami dan dicerna. Dalam buku karya Edi Susanto ini, penulis menyajikan ringkasan materi untuk setiap baba di bagian belakang buku agar penulis dapat memahami apa yang disampaikan dengan cepat dan mudah.
Untuk menjadi jutawan, dimulai dengan hal yang sederhana, yaitu dengan memiliki keyakinan yang kuat dengan tujuan yang kita punya. Kita harus yakin bahwa tujuan yang kita susun matang-matang itu pasti terwujud. Selanjutnya, kita harus bisa mengambil langkah awal untuk mencuri start/memulainya sejak dini, tanpa menunda-nunda atau mengutamakan kesenangan. Selain itu, kita harus mengatahui apa saja formula-formula yang diperlukan untuk menjadi seorang jutawan. Selain itu, kita harus mengubah pola pikir untuk bekerja demi membangun aset, bukan mencari uang atau mengumpulka harta. Kita pun harus mengalokasikan pengetahuan, kenalan dan uang  sejak dini. Ilmu dan pengetahuan yang kita miliki harus diasah secara berkesinambungan dan jangan lupa untuk membangun semangat kolaborasi di luar dan kompetisi di dalam.
Apakah peran perguruan tinggi juga menentukan potensi dan kemampuan untuk menjadi jutawan?  Jawabannya adalah ia. Penulis sendiri memang tidak menyelesaikan studinya di perguruan tinggi, namun ia meyakini bahwa perguruan tinggi juga bisa ikut andil dalam  mengasah ilmu dan pengetahuan. Namun, penulis menyajikan beberapa saran bagi perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang berkualitas. Menurut penulis, teknik mengajar yang memberdayakan adalah menarik keluar kejeniusan, bukan memasukkan ke dalam berbagai pengetahuan. Selain itu, Sistem Pendidikan Mental kaya berfokus pada pengembangan potensi anak didik, bukan ilmuteknis, kemampuan berpikir bukan menghafal, dan semangat kolaborasi bukan kompetisi. Meskipun begitu, perguruan tinggi tak harus menjadi patokan untuk menjadi sukses. Ilmu yang kita miliki bisa dicari kapan saja dan dimana saja. Ilmu itu akan menjadi bermanfaat jika kita bisa fokus dan memiliki keyakinan yang kuat dalam mengemalkannya.
            Kelebihan yang dimiliki buku ini adalah penyajiannya yang unik. Dalam buku ini terdapat rumus-rumus atau formula yang ringkas untuk pembaca memahami kiat-kiatnya dengan mudah. Selain itu, terdapat quoten atau kutipan yang disematkan penulis dalam wacananya. Kutipan tersebut diberi judul “Take Action”. Namun, tidak setiap bab terdapat kutipan tersebut. Buku ini juga dilengkapi ringkasan setiap bab di bagian belakang buku (sebelum daftar pustaka) agar pembaca bisa memahami dengan cepat dan mudah tentang isi materi yang disampaikan. Kekurangan buku ini terletak pada pembahasan yang kurang mendalam dan detail untuk setiap babnya.
             Buku ini sangat bagus untuk dibaca, terutama bagi generasi muda yang berusia 17 tahun ke atas untuk bisa menjadi jutawan muda. Selain itu, buku ini juga sesuai untuk kalangan yang memasuki usia 30 tahun atau generasi tua yang berusia 40 tahun tapi masih bergumul secara finansial agar bisa mencapai kebebasan finansial pada usia 50 tahun.

Selasa, 05 November 2013

Daftar Lagu G-Dragon - Coup D'etat

Song of G-Dragon - Coup D'etat (second album)

01 쿠데타 (COUP D`ETAT)(Feat. Diplo, Baauer)
02 늴리리야 (Niliria) (Missy Elliott Ver.)(Feat. Missy Elliott)
03 R.O.D.(Feat. Lydia Paek)
04 Black(Feat. Jennie Kim of YG New Artist)
05 니가 뭔데 (Who You)
06 세상을 흔들어 (Shake The World)
07 미치GO (GO)
08 삐딱하게 (Crooked)
09 늴리리야 (Niliria) (G-Dragon Ver.)
10 Runaway
11 너무 좋아 (I Love It)(Feat. Zion.T, Boys Noize)
12 You Do (Outro)

Senin, 04 November 2013

Capture me on Debate Competition









Kompetisi Debate dan Debat Tingkat Provinsi Banten. Saya sedih tak bisa mendapatkan piala menjadi Pemenang atau Best Speakers. Mudah-mudahan bisa dapat juara di tingkat Kabupaten. Aamiin. Do'akan saya berhasil.

Lirik Lagu Trouble Maker - Now



Trouble Maker - Now

Ooh ooh ooh ooh tell me now now now
Ooh ooh ooh ooh tell me now now now
Ooh ooh ooh ooh oneuri kkeutnagi jeone
Tell me now now now now now now

Geudaero meomchun nega nal tto mangseorige hago
Amu maldo an haneun neon geujeo eojewa gata
Yeogwa eobsi malhae bwa nae nuneul jom barabwa bwa
I bami gabeorigi jeone bulbichi sarajigi jeone
Ireokeneun tteonagaji malja
Mangseorineun dongan siganeun tto ganda gogogogo
I don’t wanna go
Ige majimak jigeumi majimagiragooooo

Jigeum naege wa malhae jwo uriege naeireun eobseo
Mangseoriji ma
Deo neutgi jeone now
Deo meolli deo meolli nal mireonaeji malgo
Uri duri jigeum yeogiseo
Sarajigi jeone

Ooh ooh ooh ooh tell me now now now
Ooh ooh ooh ooh tell me now now now
Ooh ooh ooh ooh oneuri kkeutnagi jeone
Tell me now now now now now now

Deo isang uriegen eobseo naeireun naeireun
Geureonikka bulleojwo eo call my name nae ireum
Jigeum dangjang ne ibeseo kkeonae teoreonwa i gireseo
Na geunyang nege gidaegoman sipeo gidaego sipeo

Ireoke tto meoreojiji malja
Mangseorineun dongan siganeun tto gandagogogogo
I don’t wanna go
Yeogiga majimak oneuri majimagiragooooo

Jigeum naege wa malhae jwo uriege naeireun eobseo
Mangseoriji ma
Deo neutgi jeone now
Deo meolli deo meolli nal mireonaeji malgo
Uri duri jigeum yeogiseo
Sarajigi jeone

Uri gachi inneun i miro soge
Gidael su inneun geon neoppuniya
Nun gama naege angyeo naeireun tto eobseunikka

Jigeum naege wa malhae jwo uriege naeireun eobseo
Mangseoriji ma
Deo neutgi jeone now
Deo meolli deo meolli nal mireonaeji malgo
Uri duri jigeum yeogiseo
Sarajigi jeone

Ooh ooh ooh ooh tell me now now now
Ooh ooh ooh ooh tell me now now now
Ooh ooh ooh ooh oneuri kkeutnagi jeone
Tell me now now now now now now


Sabtu, 02 November 2013

Budaya Lebay


Budaya Lebay
            LEBAY, istilah ini mungkin tidak begitu asing di telinga kita, Lebay merupakan bahasa slenk dari kata lebih yang bermaksud untuk menilai sesuatu yang terlalu melebih-lebihkan atau berlebihan. Sampai sekarang ini pun belum diketahui dari mana asal usul kata ini muncul dan menjadi tren dikalangan remaja. Umumnya, setiap orang menggunakan kata ini untuk menilai perilaku anak muda skarang  yang berbeda dari biasanya dan terlihat aneh di mata publik. Tapi tunggu dulu, jika kata ini bermaksud untuk menilai sesuatu yang berlebihan, tak ada salahnya jika kita menggunakan kata ini untuk para penyair, penyanyi dan seniman lainnya yang mengubah kata-kata menjadi puitis dan memiliki bahasa kiasan pada setiap kata atau kalimatnya sehingga sulit untuk dipahami.
            Para penyair atu seniman lainnya menggunakan kata-kata puitis untuk menambah nilai seni pada setiap karyanya agar mendapat perhatian penuh sehingga karyanya dapat dijadikan sebuah  pengetahuan bagi semua orang. Namun, tetap saja istilah  “LEBAY “ yang saat ini muncul bermaksud untuk menilai perilaku remaja yang menyimpang dan bukan juga bermaksud untuk menilai kata-kata puitis dari para seniman. Umumnya perilaku lebay yang  saat ini muncul karena faktor kebosanan terhadap sesuatu yang dinilai kurang menarik untuk diikufi. Dari kebosanan itulah muncul suatu gagasan atau ide untuk membuat konsep baru atau berbeda dalam melakukan sesuatu. Untuk pelakunya disebut “Allay” atau “Anak Layangan”
        Pada era sekarang ini memang sulit untuk menilai kebiasaan remaja yang selalu  mengikuti perkembangan zaman yang  begitu  pesat dengan berbagai macam kemajuan, terutama kemajuan teknologi. Dari kemajuan teknologi itulah membuka peluang bagi para remaja untuk membuat hal-hal atau sesuatu yang baru  sehingga mendapat perhatian penuh di mata public. Contohnya adalah budaya lebay itu  sendiri. Budaya lebay yang terjadi di masyarakat, terutama remaja ditandai dengan gaya hidup  baru dengan konsep yang juga terbilang baru. Diantara    gaya hidup tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Nongkrong ataukumpul bersama   teman- teman di tempat-tempat pinggiran jalan dengan menggoda orang yang  lewat (yang laki-laki  menggoda perempuan,  begitupun  sebaliknya).
  2. Memakai pakaian dengan gaya yang aneh, seperti mewarnai rambut dengan warna yang tidak lazim untuk digunakan dan memadukan warna dan jenis pakaian  dengan paduan yang terbilang aneh.
  3. Menggunakan bahasa pada SMS (Short Message Service) dan situs jejaring social sebagai nama akun atau bahasa chating dengan mengubah huruf dari kata aslinya, mengganti huruf-huruf tertentu dengan serangkaian angka yang memiliki bentuk yang sedikit mirip dengan huruf aslinya dan menyalahgunakan huruf capital atau tombol caps lock pada gadget sehingga membuat orang bingung untuk membaca dan memahaminya. 
  4. Mengambil foto atau menangkap gamar diri sendiri di manapun, kapanpun dan melalui media apapun dengan gaya yang beragam, seperti memajukan bibir, menggunakan aksesoris yang berlebihan, mengubah raut muka di setiap pengambilan gambar dan sebagainya.
  5. Menggunakan nama akun jejaring social dengan menggunakan nama idola atau artis atau memiripkan nama akun artis idolanya yang saat ini sedang  tenar, terutama artis korea yang sedang merambah industry music dunia dengan bertujuan untuk membanggakan artis idolanya. Contohnya: akun @special2109 yang terinspirasi dari akun Leeteuk Super Junior @special1004.