Budaya Lebay
LEBAY, istilah ini
mungkin tidak begitu asing di telinga kita, Lebay merupakan bahasa slenk dari
kata lebih yang bermaksud untuk menilai sesuatu yang terlalu melebih-lebihkan
atau berlebihan. Sampai sekarang ini pun belum diketahui dari mana asal usul
kata ini muncul dan menjadi tren dikalangan remaja. Umumnya, setiap orang
menggunakan kata ini untuk menilai perilaku anak muda skarang yang berbeda dari biasanya dan terlihat aneh
di mata publik. Tapi tunggu dulu, jika kata ini bermaksud untuk menilai sesuatu
yang berlebihan, tak ada salahnya jika kita menggunakan kata ini untuk para
penyair, penyanyi dan seniman lainnya yang mengubah kata-kata menjadi puitis
dan memiliki bahasa kiasan pada setiap kata atau kalimatnya sehingga sulit
untuk dipahami.
Para penyair atu seniman lainnya
menggunakan kata-kata puitis untuk menambah nilai seni pada setiap karyanya
agar mendapat perhatian penuh sehingga karyanya dapat dijadikan sebuah pengetahuan bagi semua orang. Namun, tetap
saja istilah “LEBAY “ yang saat ini
muncul bermaksud untuk menilai perilaku remaja yang menyimpang dan bukan juga
bermaksud untuk menilai kata-kata puitis dari para seniman. Umumnya perilaku
lebay yang saat ini muncul karena faktor
kebosanan terhadap sesuatu yang dinilai kurang menarik untuk diikufi. Dari
kebosanan itulah muncul suatu gagasan atau ide untuk membuat konsep baru atau
berbeda dalam melakukan sesuatu. Untuk pelakunya disebut “Allay” atau “Anak
Layangan”
Pada era sekarang ini memang sulit
untuk menilai kebiasaan remaja yang selalu
mengikuti perkembangan zaman yang
begitu pesat dengan berbagai
macam kemajuan, terutama kemajuan teknologi. Dari kemajuan teknologi itulah
membuka peluang bagi para remaja untuk membuat hal-hal atau sesuatu yang
baru sehingga mendapat perhatian penuh
di mata public. Contohnya adalah budaya
lebay itu sendiri. Budaya lebay yang
terjadi di masyarakat, terutama remaja ditandai dengan gaya hidup baru dengan konsep yang juga terbilang
baru. Diantara gaya hidup tersebut adalah sebagai berikut.
- Nongkrong
ataukumpul bersama teman- teman di
tempat-tempat pinggiran jalan dengan menggoda orang yang lewat (yang laki-laki menggoda perempuan, begitupun
sebaliknya).
- Memakai
pakaian dengan gaya yang aneh, seperti mewarnai rambut dengan warna yang tidak
lazim untuk digunakan dan memadukan warna dan jenis pakaian dengan paduan yang terbilang aneh.
- Menggunakan
bahasa pada SMS (Short Message Service) dan situs jejaring social sebagai nama
akun atau bahasa chating dengan mengubah huruf dari kata aslinya, mengganti
huruf-huruf tertentu dengan serangkaian angka yang memiliki bentuk yang sedikit
mirip dengan huruf aslinya dan menyalahgunakan huruf capital atau tombol caps
lock pada gadget sehingga membuat orang bingung untuk membaca dan memahaminya.
- Mengambil
foto atau menangkap gamar diri sendiri di manapun, kapanpun dan melalui media
apapun dengan gaya yang beragam, seperti memajukan bibir, menggunakan aksesoris
yang berlebihan, mengubah raut muka di setiap pengambilan gambar dan
sebagainya.
- Menggunakan nama
akun jejaring social dengan menggunakan nama idola atau artis atau memiripkan
nama akun artis idolanya yang saat ini sedang
tenar, terutama artis korea yang sedang merambah industry music dunia
dengan bertujuan untuk membanggakan artis idolanya. Contohnya: akun @special2109
yang terinspirasi dari akun Leeteuk Super Junior @special1004.