Resensi
Buku
Becoming
A Young Richman : Formula Menjadi Jutawan Muda
Oleh
Aji Sukma Iqbal Najibulloh
Judul Buku :
Becoming A Young Richman : Formula Menjadi Jutawan Muda
Penulis :
Edi Susanto
Penerbit :
Simbiosa Rekatama Media
Cetakan :
II, Oktober 2010
Tebal :
xii + 152 halaman
Ukuran :
15 cm × 21 cm
Harga :
Rp 34.362
Jika anda ingin mencari buku
tentang kiat-kiat menjadi jutawan, banyak sekali orang yang menulis tentang
buku bertema tersebut. Namun, buku yang menjelaskan mengenai kiat-kiat menjadi jutawan
di masa muda dengan cara yang mudah dan praktis namun menjanjikan mungkin buku
ini adalah tujuan yang tepat. Karya ini bukan sekedar informasi tertulis biasa,
isi dari buku ini disusun secara rapi dan ringkas dengan materi yang singkat
namun mudah dicerna. Buku ini dirancang oleh penulis dengan tampilan yang
menarik dan ringkas, sehingga pembaca bisa dengan mudah memahami apa yang
disampaikan dalam buku. Selain itu, setiap awal bab di buku ini diberi judul
dan grafis yang menarik yang membuat pembaca merasa penasaran dengan setiap
isinya.
Buku ini ditujukan kepada banyak
pihak. Diantaranya, karyawan/pegawai yang memiliki gaji kecil, mahasiswa yang
ingin menjadi jutwan muda, pemilik bisnis yang ingin meningkatkan mutu kerjanya
dan lain sebagainya. Oleh karena buku tersebut ditunjukan kepada banyak pihak,
buku ini disusun dengan bahasa yang mudah dipahami bahkan oleh para siswa
dengan kata-kata sederhana. Pada buku ini, penulis menjelaskan mengenai
cara-cara menjadi jutawan dengan jalan yang bijak dan menarik. Selain itu,
penulis juga menerangkan bagaimana menghadapi kendala saat membangun usaha.
Disini penulis menyatakan bahwa kaya di masa muda adalah keniscayaan, maka dari
itu penulis sendiri memiliki keyakinan yang kuat untuk mewujudkan apa yang ia
rencanakan.
Seluruh materi dari buku ini
berasal dari pengamalaman penulis sendiri. Penulis sendiri adalah seorang
wirausaha yang berhasil membangun kekayaan di masa muda. Ia adalah anak yang
lahir dari seorang petani di sebuah desa di Pemalang, Jawa Tengah pada tanggal
4 Januari 1980. Ia berangkat dari desa ke kota untuk kuliah. Namun na’as, ia
pernah di Drop Out (DO) 2 kali (tahun 2003 dan 2004) dari kampusnya di
UNDIP Semarang. Selain itu, ia pun kehabisan uang dan orang tuanya tidak
mengirimkan uang lagi. Ingin kembali ke rumah malu karena belum bisa
membahagiakan kedua orang tuanya, di kota pun ia tidak memiliki modal dan
keterampilan khusus. Dari situlah penulis menyadari bahwa ia memiliki keyakinan
kalau ia ditakdirkan untuk menjadi orang kaya, sukses, dan berpengaruh. Ia pun
terus belajar dan mempraktikan apa yang ia pelajari.
Saat pertama kali dilihat, mungkin
buku ini terlihat biasa dan sama seperti buku tentang tema yang sama lainnya. Namun,
setelah membaca lebih dalam, pembaca akan mengetahui perbedaanya mulai dari
materi yang disampaikan, penyajiannya, sampai sugesti yang membangun motivasi
pembaca. Bandingkan saja dengan buku karya Yulio Teguh dengan judul “ANDA LAYAK
JADI MILYADER”, buku tersebut memang bertema tentang kiat-kiat menjadi
wirausaha. Namun, materi dan cara penyajiannya terkesan sulit dipahami dan
dicerna. Dalam buku karya Edi Susanto ini, penulis menyajikan ringkasan materi untuk
setiap baba di bagian belakang buku agar penulis dapat memahami apa yang disampaikan
dengan cepat dan mudah.
Untuk menjadi jutawan, dimulai
dengan hal yang sederhana, yaitu dengan memiliki keyakinan yang kuat dengan
tujuan yang kita punya. Kita harus yakin bahwa tujuan yang kita susun
matang-matang itu pasti terwujud. Selanjutnya, kita harus bisa mengambil langkah
awal untuk mencuri start/memulainya sejak dini, tanpa menunda-nunda atau
mengutamakan kesenangan. Selain itu, kita harus mengatahui apa saja formula-formula
yang diperlukan untuk menjadi seorang jutawan. Selain itu, kita harus mengubah
pola pikir untuk bekerja demi membangun aset, bukan mencari uang atau
mengumpulka harta. Kita pun harus mengalokasikan pengetahuan, kenalan dan uang sejak dini. Ilmu dan pengetahuan yang kita
miliki harus diasah secara berkesinambungan dan jangan lupa untuk membangun
semangat kolaborasi di luar dan kompetisi di dalam.
Apakah peran perguruan tinggi juga
menentukan potensi dan kemampuan untuk menjadi jutawan? Jawabannya adalah ia. Penulis sendiri memang
tidak menyelesaikan studinya di perguruan tinggi, namun ia meyakini bahwa
perguruan tinggi juga bisa ikut andil dalam mengasah ilmu dan pengetahuan. Namun, penulis
menyajikan beberapa saran bagi perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang
berkualitas. Menurut penulis, teknik mengajar yang memberdayakan adalah menarik
keluar kejeniusan, bukan memasukkan ke dalam berbagai pengetahuan. Selain itu,
Sistem Pendidikan Mental kaya berfokus pada pengembangan potensi anak didik,
bukan ilmuteknis, kemampuan berpikir bukan menghafal, dan semangat kolaborasi
bukan kompetisi. Meskipun begitu, perguruan tinggi tak harus menjadi patokan
untuk menjadi sukses. Ilmu yang kita miliki bisa dicari kapan saja dan dimana
saja. Ilmu itu akan menjadi bermanfaat jika kita bisa fokus dan memiliki
keyakinan yang kuat dalam mengemalkannya.
Kelebihan
yang dimiliki buku ini adalah penyajiannya yang unik. Dalam buku ini terdapat
rumus-rumus atau formula yang ringkas untuk pembaca memahami kiat-kiatnya
dengan mudah. Selain itu, terdapat quoten atau kutipan yang disematkan penulis dalam
wacananya. Kutipan tersebut diberi judul “Take Action”. Namun, tidak setiap bab
terdapat kutipan tersebut. Buku ini juga dilengkapi ringkasan setiap bab di
bagian belakang buku (sebelum daftar pustaka) agar pembaca bisa memahami dengan
cepat dan mudah tentang isi materi yang disampaikan. Kekurangan buku ini terletak pada pembahasan yang kurang mendalam dan detail untuk setiap babnya.
Buku ini sangat bagus untuk dibaca, terutama bagi generasi muda yang berusia 17 tahun ke atas untuk bisa menjadi jutawan muda. Selain itu, buku ini juga sesuai untuk kalangan yang memasuki usia 30 tahun atau generasi tua yang berusia 40 tahun tapi masih bergumul secara finansial agar bisa mencapai kebebasan finansial pada usia 50 tahun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar