Sabtu, 02 November 2013

Budaya Lebay


Budaya Lebay
            LEBAY, istilah ini mungkin tidak begitu asing di telinga kita, Lebay merupakan bahasa slenk dari kata lebih yang bermaksud untuk menilai sesuatu yang terlalu melebih-lebihkan atau berlebihan. Sampai sekarang ini pun belum diketahui dari mana asal usul kata ini muncul dan menjadi tren dikalangan remaja. Umumnya, setiap orang menggunakan kata ini untuk menilai perilaku anak muda skarang  yang berbeda dari biasanya dan terlihat aneh di mata publik. Tapi tunggu dulu, jika kata ini bermaksud untuk menilai sesuatu yang berlebihan, tak ada salahnya jika kita menggunakan kata ini untuk para penyair, penyanyi dan seniman lainnya yang mengubah kata-kata menjadi puitis dan memiliki bahasa kiasan pada setiap kata atau kalimatnya sehingga sulit untuk dipahami.
            Para penyair atu seniman lainnya menggunakan kata-kata puitis untuk menambah nilai seni pada setiap karyanya agar mendapat perhatian penuh sehingga karyanya dapat dijadikan sebuah  pengetahuan bagi semua orang. Namun, tetap saja istilah  “LEBAY “ yang saat ini muncul bermaksud untuk menilai perilaku remaja yang menyimpang dan bukan juga bermaksud untuk menilai kata-kata puitis dari para seniman. Umumnya perilaku lebay yang  saat ini muncul karena faktor kebosanan terhadap sesuatu yang dinilai kurang menarik untuk diikufi. Dari kebosanan itulah muncul suatu gagasan atau ide untuk membuat konsep baru atau berbeda dalam melakukan sesuatu. Untuk pelakunya disebut “Allay” atau “Anak Layangan”
        Pada era sekarang ini memang sulit untuk menilai kebiasaan remaja yang selalu  mengikuti perkembangan zaman yang  begitu  pesat dengan berbagai macam kemajuan, terutama kemajuan teknologi. Dari kemajuan teknologi itulah membuka peluang bagi para remaja untuk membuat hal-hal atau sesuatu yang baru  sehingga mendapat perhatian penuh di mata public. Contohnya adalah budaya lebay itu  sendiri. Budaya lebay yang terjadi di masyarakat, terutama remaja ditandai dengan gaya hidup  baru dengan konsep yang juga terbilang baru. Diantara    gaya hidup tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Nongkrong ataukumpul bersama   teman- teman di tempat-tempat pinggiran jalan dengan menggoda orang yang  lewat (yang laki-laki  menggoda perempuan,  begitupun  sebaliknya).
  2. Memakai pakaian dengan gaya yang aneh, seperti mewarnai rambut dengan warna yang tidak lazim untuk digunakan dan memadukan warna dan jenis pakaian  dengan paduan yang terbilang aneh.
  3. Menggunakan bahasa pada SMS (Short Message Service) dan situs jejaring social sebagai nama akun atau bahasa chating dengan mengubah huruf dari kata aslinya, mengganti huruf-huruf tertentu dengan serangkaian angka yang memiliki bentuk yang sedikit mirip dengan huruf aslinya dan menyalahgunakan huruf capital atau tombol caps lock pada gadget sehingga membuat orang bingung untuk membaca dan memahaminya. 
  4. Mengambil foto atau menangkap gamar diri sendiri di manapun, kapanpun dan melalui media apapun dengan gaya yang beragam, seperti memajukan bibir, menggunakan aksesoris yang berlebihan, mengubah raut muka di setiap pengambilan gambar dan sebagainya.
  5. Menggunakan nama akun jejaring social dengan menggunakan nama idola atau artis atau memiripkan nama akun artis idolanya yang saat ini sedang  tenar, terutama artis korea yang sedang merambah industry music dunia dengan bertujuan untuk membanggakan artis idolanya. Contohnya: akun @special2109 yang terinspirasi dari akun Leeteuk Super Junior @special1004.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar